愛理 pheromone

Airi Ashikaga
Tokyo, Japan
1 January
O blood type
The Princess for Ashikaga's clan
A little bit Brother Complex with Ryuichi Ashikaga
Innocent-face ll Violin ll Dance ll Piano
Honey-Cologne
.:Currently in Ravenclaw:.


Visualisation : Jessica Jung/ Jung Soo Yeon (SNSD)
hubby :3
Choi Soo-Rin

Arigatou:3
Big Brother - Ryuichi Ashikaga layout: *etoile filante inspiration xxx Galerry Icons:*Lee JinKi (Onew)
A-Yo #5
Sunday, September 19, 2010 7:43 AM
Dan ia masih terdiam, memainkan ujung mantel hangat yang ia kenakan dengan menggunakan kedua tangan mungilnya. Pandangannya masih menerawang, setelah beberapa sekon terfokus pada insan dengan kromosom XY yang berada tidak jauh dari posisinya berdiri. Oke, iri akan artikan bahwa kali ini kehendak Soorin sendiri—menemani dirinya yang sedikit anti-sosial. Anak perempuan tunggal keluarga Ashikaga ini masih bungkam—menenggelamkan sebagian wajahnya dalam balutan syal yang ia kenakan beberapa sat yang lalu. Bukan miliknya memang—milik Soorin, dan indranya bisa merasangan fragnance familiar si pemuda melekat pada syal yang ia kenakan. Cukup, ia akan berhenti memikirkannya—ia masih belum pantas untuk itu.

She think—she is unloveable person.

Orbnya bergerak, mendapati pemuda ini kembali menanggapi kata-katanya. Resonansi yang merupakan perwakilan dari sebuah permohonan. Ia hanya akan mendengar ini sekali—Soorin memohon padanya? Hanya untuk tidak memanggilnya dengar marga—dengan Choi. Tidakkah ini cukup aneh dan patut kau pikirkan Airi Ashikaga? Coklat kayu kembar gadis muda ini masih terfokus tidak percaya, bisa dilihat dari sorot pandangannya yang kini menyiratkan sedikit terkejut. Yakin, bukan dirinya yang salah—bukan otaknya yang salah—tapi Choi Soorin ini memang berubah begitu pesat.

"...baiklah kalau begitu, Soorinkun."

Mentransformasikan kurva simetris kini muncul dalam wajah asia gadis muda bersurai blonde ini, setelah cukup lama hanya mengandalkan senyum sarkas khasnya. Berapa lama ia menggunakan topeng dinginnya ini, hng? Simple saja Airi, kurang lebih satu tahun—bahkan didepan Ryuichi sekalipun dirinya mengenakan topeng ini. Dan detik ini, she's no longer the ice princess. Tangannya kembali tergengam di balik punggung, sebelum gadis muda ini kembali meresonansikan suara soprano miliknya tenang.

"—kau tidak suka kupanggil dengan..Choi, Soorinkun?"

Seharusnya ada alasan untuk ini, rite?

Dan jangan katakan hanya demi memperbaiki hubungan antara kedua keluarga. Ashikaga dan Choi—bahkan kata permusuhan ini sebenarnya masih absurd, Choi Soorin. Otousan dan Okaasan sama sekali tidak mengerti masalahnya dengan jelas, terutama setelah dirinya mengalami sedikit konflik dengan kakak kembarnya—tanpa konversasi selama setahun belakangan. Dan ia berhasil melewatinya kok, dengan menerima fakta bahwa kakak kembarnya ini masih belum bisa menerima kalau Airi mulai membutuhkan orang lain selain dirinya. Insan berkromosom XY ini kembali terdiam, menjadi pendengar yang baik untuk sesaat—mendengarkan lawan konverasinya ini menjelaskan.

"—jadi, hanya hubungan persahabatan?"

Apa yang kau katakan, Airi?

KAMISAMA. Ia sendiri tidak mengerti apa yang ia katakan—terlontar begitu saja dari bibir mungilnya. Spontan, untuk lebih jelasnya. Termenung kembali, si pemuda mengucapkan namanya—nama depannya. Bukan permintaannya, dan bukan kehendaknya. Ditambah lagi dengan pertanyaan—masih meminta ijinnya untuk memanggil nama depannya. Airi tidak mengerti Soorin, dengan semua perlakuanmu hari ini. Orbnya bergulir melihat tangan si insan XY yang dijulurkan padanya—mengawali sebuah lembaran baru, pada dirinya dan dalam hatinya. Menjabatnya dengan tangan mungilnya. "...aku tidak pernah melarangmu untuk memanggilku dengan nama itu, Soorinkun."

Kembali tersenyum tipis.

"Arigatou, untuk semuanya."


comment?