Airi Ashikaga
Tokyo, Japan
1 January
O blood type
The Princess for Ashikaga's clan
A little bit Brother Complex with Ryuichi Ashikaga
Innocent-face ll Violin ll Dance ll Piano
Honey-Cologne
.:Currently in Ravenclaw:. Visualisation : Jessica Jung/ Jung Soo Yeon (SNSD)
Langit masih nampak gelap—fajar masih belum muncul; masih dipenuhi dengan gumpalan putih tipis yang menghalangi pandangan gadis berumur tiga belas tahun ini. Hari masih terlalu pagi, namun gadis mungil ini sudah terjaga. Sejak beberapa waktu yang lalu, sesekali menilik kearah jam tangan yang terpasang dengan jelas di pergelangan tangan kirinya. Pukul empat pagi—tepat. Gadis dengan paras Asia ini beranjak dari posisi sebelumnya, membetulkan syal yang ia kenakan sejak tadi—setidaknya denngan begini ia sudah mulai bisa menutupi hawa dingin yang ia rasakan sejak sekon sebelumnya. Koreksi—meskipun ia mengenakan mantel penghangat pun seperti tidak ada gunanya sama sekali; nihil. Setidaknya ia sudah berusaha untuk kembali mengistirahatkan badan mungilnya ini beberapa saat yang lalu. Kali ini bukan insomnia sepertinya—justru lebih mengarah pada mimpi buruk, mungkin?
Yah—ia butuh menenangkan diri beberapa saat sekarang.
Di hari sepagi ini, Ai? — sudahlah.
Kelereng coklat kayu kembar milik gadis berbadan mungil ini kembali bergulir—memastikan tidak ada sosok yang dibuatnya sedikit terganggu. Seperti biasanya; semua gadis seasramanya masih nyenyak—menikmati mimpi inah mereka masing-masing. Dan, bagaimana caranya tidur senyenyak itu, hem? Sungguh, pertanyaan yang sebenarnya justru tidak ada gunanya. Gadis mungil ini mengatubkan kedua tangannya perlahan; menutup matanya—merasakan hawa dingin yang kini serasa benar-benar merasuk kedalam sela-sela kecil mantel tebalnya. Andai saja saat ini ada Ichi-nii mungkin ia sudah ditarik menyingkir dan disiapkan coklat hangat. Haha, sekali lagi Ashikaga muda ini memikirkan tentang kakak kembarnya. Sosok kakak kembar yang sejak hari pertama menerima surat dari Hogwarts—semakin dingin dari hari ke hari. Belum lagi kakak kembarnya ini sama sekali tidak menunjukkan eksistensinya dihadapan Airi. Sebal—suatu hal yang cukup wajar, bukan?
Kamisama, Ai hanya ingin tau. Penyebab mengapa Ichi-nii berubah jadi seperti ini.
Jemarinya diletakkan ke dinding bangunan yang serasa sedingin es tersebut. Menghela napas panjang sesekali sembari menunggu sesuatu yang dinanti-nantinya semenjak tadi. Fajar yang beberapa saat lagi akan muncul—menyita perhatiannya hanya dalam beberapa saat; seperti biasanya. Walaupun kali ini ia tidak ditemani oleh Ryuich Ashikaga. Sungguh, ia harus bersikap lebih dewasa sepertinya. Dan hampir meneteskan air mata karena tingkah kakak kembarnya. Tahan sebentar, Airi. Rona merah menguasai kedua belah pipi gadis berumur tiga belas tahun ini; menahan tangis. Berusaha untuk berhenti menyangkut pautkan segala yang terjadi padanya dengan Ryuichi.