愛理 pheromone

Airi Ashikaga
Tokyo, Japan
1 January
O blood type
The Princess for Ashikaga's clan
A little bit Brother Complex with Ryuichi Ashikaga
Innocent-face ll Violin ll Dance ll Piano
Honey-Cologne
.:Currently in Ravenclaw:.


Visualisation : Jessica Jung/ Jung Soo Yeon (SNSD)
hubby :3
Choi Soo-Rin

Arigatou:3
Big Brother - Ryuichi Ashikaga layout: *etoile filante inspiration xxx Galerry Icons:*Lee JinKi (Onew)
Moonlight Serenade #2
Wednesday, January 13, 2010 6:18 AM
Gesekan biola yang kurang sempurna menurut Airi—tidak begitu sempurna atau sebenarnya ini semua hanya perasaannya saja, mungkin? Permainan biolanya yang tengah mencapai klimaks, nada-nada yang sedikit sulit untuk dimainkan bagi seorang Airi dulu. Sekarang, nada tersebut berhasil dilewati dengan sukses tanpa kesalahan kecil sedikitpun. Tentu, sudah terlalu sering gadis mungil ini memainkan lagu yang sama. Sejak kapan ia menguasai lagu ini ia sendiri tidak begitu ingat. Gesekan biola terakhir, pertanda bahwa permainannya telah berakhir sekarang. Detik pertama, gadis muda ini masih tetap terdiam dalam posisinya. Sebelum kemudian pada detik berikutnya menghela nafas panjang—tanda kelegaan.

“Mmm, permainan biola yang bagus.”

Sontak. Menoleh pada koordinat yang belum pasti, menyapu sekilas sekitarnya yang masih dapat dilihatnya dengan baik atas bantuan cahaya bulan. Mencari asal suara yang sepersekian detik lalu mengejutkannya—suara yang sangat jelas berasal dari makhluk hidup. Kelereng kembar dengan warna coklat kayu gadis sebelas tahun ini berhasil menangkap sosok baru baginya—sosok gadis berparas Eropa yang baru pertama kali ini dilihat olehnya. Menarik kesimpulan sejenak mengenai apa yang Airi lihat—sulit tidur juga, eh? Lupakan saja, Airi. Mungkin ada yang harus dilakukan oleh gadis asing ini sekarang. Sungguh, baru saja ia berharap itu bukan sosok Ryuichi, tidak ingin mendapat omelan panjang lebar dari kakak kembarnya yang cenderung protektif padanya ini. Well—lebih tepatnya ia sendiri yang membuat Ryuichi berubah menjadi protektif begitu, mungkin?

Sudut bibirnya sedikit tertarik, membentuk seulas senyum tipis sebagai jawaban atas pernyataan yang diberikan oleh sosok gadis non-Asia tersebut. “Thanks—” Jeda. Speechless. Apalagi yang harus diucapkannya sekarang, ia tidak terlalu pandai untuk berbasa-basi. Bukan keahliannya untuk bidang yang satu ini, andaipun ia boleh memilih—Airi pasti lebih memilih untuk tetap terdiam. Tangannya mencoba meraih tempat biola yang kini sudah sedikit ternoda oleh debu karena diletakkannya diatas lantai. Memasukkan biola miliknya kedalam tempat tersebut dengan sangat hati-hati, tidak ingin biolanya rusak sedikitpun karena perlakuannya sendiri.

Menangkap adanya tanda-tanda kehadiran makhluk hidup lain selain dirinya dan gadis asing tersebut. Mengernyitkan alisnya perlahan, “Ichi-nii?” Pertanyaan spontan yang keluar begitu saja dari bibir gadis mungil bermarga Ashikaga ini. Pertanyaan yang setengah berharap bahwa itu bukanlah sosok kakak kembarnya. Airi hanya menebak tentu—Kami-sama, terima kasih seandainya kau mengabulkan permohonannya kali ini. “Nice song, miss.” Kelereng colat kayu gadis ini akhirnya berhasil menangkap sosok pemuda asia yang jelas bukan Ryuichi. Hft. Keberuntungan sedang baeada dipihaknya, eh? Tersenyum simpul sejenak.

Arigatou—” Jeda, menyadari kesalahan yang baru saja dibuatnya. Menggunakan bahasa Jepang, Airi? “Maaf. Kebiasaan—” Mengalihkan pandangannya dari kedua sosok yang seperti terpancing dengan permainan biolanya beberapa saat yang lalu. Menyusun beberapa frasa yang setidaknya masih bisa dikaitkan dengan keadaan yang ada disekitarnya ini. Mungkinkah permainan biolanya mengganggu orang yang tengah tertidur nyenyak?

“Mengganggu tidur nyenyak kalian, eh?”

Sebuah pertanyaan. Maniknya mengganti obyek yang dipandangnya, berakhir tepat pada si pemuda berparas Asia yang tadi dianggapnya sebagai Ryuichi, membawa gitar—eh? Sama artinya jika dipikir menggunakan sedikit logika, membawa gitar—seharusnya baru saja digunakan untuk melantunkan lagu. Jadi, masih belum tertidur, bukan? Kembali menampilkan seulas senyum tipis.


comment?