Airi Ashikaga
Tokyo, Japan
1 January
O blood type
The Princess for Ashikaga's clan
A little bit Brother Complex with Ryuichi Ashikaga
Innocent-face ll Violin ll Dance ll Piano
Honey-Cologne
.:Currently in Ravenclaw:. Visualisation : Jessica Jung/ Jung Soo Yeon (SNSD)
Semburat hitam kini sudah mulai berpadu dengan kilauan perak, masuk ke tiap-tiap celah yang terbentuk oleh kaca jendela tempatnya berada sekarang. Kelereng kembarnya masih tetap menatap kosong—mengarah pada luar jendela tiap koridor yang dilewati olehnya. Mungkin memang gelap, tapi bukan berarti ia takut gelap tentunya. Hanya saja saat ini ingin mencoba melatih kemandiriannya sendiri tanpa Ryuichi, kakak kembarnya yang saat ini pasti tengah menikmati mimpi indahnya. Masih menyambung tentang kakak kembarnya—Ryu. Sampai kapan Ai akan terus menempel padanya, eh? Mengandalkan Ryu setiap kali melakukan segala aktifitasnya seharian, atau mungkin melakukan kesalahan kecil yang benar-benar tanpa sengaja dilakukannya? Jawaban yang simpel, tidak selamanya.
Dan jangan tanyakan mengapa ia masih tetap terjaga sampai selarut ini. Tidak dapat mengenyakkan badan mungilnya ini ke atas ranjang yang dianggapnya tidak terlalu empuk. Berbeda dengan dirumah? Tentu saja—Ai. Mungkin inilah bedanya berada ditempat yang jauh dari rumah, tanpa Otou-san. Terasa sedikit lebih longgar, buktinya—kali ini dengan mudah ia bisa melewati jam malam yang biasanya ditentukan oleh Otou-san. Mungkin tradisionalitas Otou-san ini juga yang membuat Ai sendiri sering terjebak dalam pertengkaran ringan dengan sosok ayah tercintanya. Terlalu. Masih beruntung ada kakak kembarnya yang sanggup membuatnya menahan buncah kemarahan. Nostalgia sejenak, eh?
Tangan kanannya masih menggenggam erat tempat biola yang terbuat dari kulit—lengkap dengan biola kesayangan yang disimpannya selama bertahun-tahun. Malam yang tenang—untuk ukurannya. Kami-sama semoga tidak ada satupun orang yang mengusiknya sekarang, atau mungkin makhluk tak kasat mata yang bisa saja hadir ditengah-tengah bangunan tua ini? Meskipun sebenarnya sedikit tidak mungkin—okaa-san pernah bercerita sedikit tempat ini dan sama sekali tidak ada kisah yang menyeramkan terkandung dalam ceritanya. Jadi—bisa dibilang aman? Tanpa Ryuichi, mungkin tidak juga. Sebuah pernyataan yang melintas begitu saja dalam pikirannya dan sedikit membuatnya sedikit tegang sendiri.
Jalan terbaik, membangunkan Ichi-nii.
Lupakan. Ia. Sedang. Ingin. Menyendiri.
Bisa dipahami arti kalimat ini—semoga. Tungkainya msaih bergerak tanpa arah yang jelas, menyusuri tiap lorong yang sama—tepat berakhir ditempat yang paling bagus menurutnya. Cahaya sinar dari bulan yang dapat menerobos masuk—menyinari suatu lokasi tertentu dengan jelas. Masih berada dalam lokasi yang sama dengan sebelumnya—koridor penuh dengan tumpukan debu yang dapat dengan mudah mengotori tempat biolanya sekarang. Peduli amat—masih bisa ia bersihkan nanti. Kami-sama, semoga yang Airi lakukan tidak menganggu tidur nyenyak makhluk lainnya. Gadis berumur sebelas tahun ini menarik keluar biola miliknya—mengeseknya perlahan dan mulai memainkan lagu kesukaannya.
Hft.
Setidaknya apa yang dilakukannya sekarang ini bisa memberikan suatu ketenangan tersendiri.