愛理 pheromone

Airi Ashikaga
Tokyo, Japan
1 January
O blood type
The Princess for Ashikaga's clan
A little bit Brother Complex with Ryuichi Ashikaga
Innocent-face ll Violin ll Dance ll Piano
Honey-Cologne
.:Currently in Ravenclaw:.


Visualisation : Jessica Jung/ Jung Soo Yeon (SNSD)
hubby :3
Choi Soo-Rin

Arigatou:3
Big Brother - Ryuichi Ashikaga layout: *etoile filante inspiration xxx Galerry Icons:*Lee JinKi (Onew)
Galleon? Di Sini Tempatnya
Wednesday, January 13, 2010 6:51 AM
Anak gadis berpakaian feminim itu masih tetap terdiam, menatap lurus pada kawanan makhluk sejenis dengannya ini berseliwiren dihadapannya. Mencari sosok seseorang yang dikenalinya dengan baik. Seperti sebuah pertanyaan yang benar-benar patut untuk dipertanyakan saat ini. Kemana kakak kembarnya yang setiap kali selalu menemaninya kemanapun ia pergi, eh? Menyandarkan badannya ke tembok, sembari memainkan kakinya. Sangat jarang sekali Ryuichi melupakan sesuatu yang berhubungan dengannya. Termasuk hari ini—tidak ada janji, tapi tidakkah Ryuichi sudah sedikit keterlaluan, eh? Sosoknya sama sekali masih belum nampak hingga detik ini. Menyebalkan. Ia sudah bosan menunggu makhluk yang terlahir sebagai kembarannya ini sekarang.

Beranjak dari posisinya sekarang—begitu yakin jika sosok yang ditunggu-tunggu olehnya ini tidak akan muncul dalam jangka waktu pendek. Tidak jadi masalah besar kalau Ryu memang memilih untuk tidak menemaninya, kunci di Bank yang diberikan oleh Otou-san sebelum keberangkatan berada di tangannya. Menghela napas panjang sekali lagi—kali ini mungkin memang Ryuichi meninggalkannya seorang diri, eh? Terserah Ryuichi, gadis berumur sebelas tahun ini masih mengomel sendiri dalam hatinya—berniat memberikan sedikit omelan pada Ryuichi begitu menemukannya ditempat yang begitu luas ini. Tidak, bisa-bisa tungkainya akan remuk duluan—biarkan Ryuichi sendiri yang menyadari kesalahannya.

Menggerakkan tungkainya semakin dekat dengan bangunan tua yang tak lepas dari pandangannya sejak tadi. Gedung tua yang diceritakan oleh Okaa-san sebelum Airi menginjakkan tungkainya ke tempat asing ini. Kelereng kembarnya menatap kerumunan pengantri—membuat seulas senyum asimetris terlintas selama sepersekian detik di wajah Airi. Hal paling menyebalkan kedua selain Ryuichi hari ini—ia masih harus mengantri, hm? Tssk. Menit berikutnya—giliran Airi. Kamisama, sekali lagi Airi bersyukur padamu. Mengulum senyum tipis sembari mengeluarkan kunci yang diserahkan Otou-san padanya. Melontarkan frasa dengan suara soprano lembut khasnya.

“Berankas nomor 452—300 galleon, please?”


comment?